Memang pilihan yang sulit...
Memoar taruna melati I IPM Takalar
Saya tringat suatu hari dalam sebuah kegiatan pengkaderan Taruna Melati I Ikatan Remaja Muhammadiyah, Seorang Fasilitator yang membawakan materi tauhid berkata "Iman Umat Muslim adalah satu-satunya agama yang benar," dan kemudian saya melakukan intruksi.
"Ya, Hanif?" tanya fasilitator.
"Kanda, bukankah semua guru agama mengajarkan kepada siswa-siswa mereka bahwa agama mereka adalah satu-satunya yang benar? Maksud saya, saya tak dapat membayangkan bila mereka mengatakan bahwa agama lainlah yang benar. Bagaimana kita tahu bahwa agama kita yang paling benar?"
Fasilitator itu menatap saya dengan pandangan kosong selama beberapa detik. Lalu ia berkata dengan perlahan dan hati-hati, "Saya akan menanyakannya pada "Sang Pencuri" tentang hal itu, dan menyampaikannya kepadamu."
Senyatanya ia tak pernah menyampaikan jawabannya pada saya. Mungkin ia lupa. Saya tak menanyakannya lagi untuk kedua kalinya, tetapi pertanyaan itu terus mengganggu saya.
Dalam iklan A-Mild mengenai iklan taksi tersirat pesan "Semakin banyak pilihan, semakin sulit pilihan-
pilihan yang harus diambil seseorang" tapi sebenarnya bukan terletak pada banyaknya pilihan melainkan
kecerdasan seseorang dalam menentukan pilihan.
Sampai saat ini saya berharap ada orang yang bisa memberikan argumentasi mengenai pertanyaan yang masih mendengung dalam fikiran saya.........
.jpg)
