Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. (Q.S Al-Azhab:47)
Hidup tidak selamanya lurus dan enak, adakalanya hidup menemui jalan yang terjal dan berbatu, tidak ada yang buntu. Semua pasti ada pemecahannya. Kebayakan orang memilih jalan pintas untuk mengatasi setiap masalah yang di hadapinya atau malah tidak berbuat apa-apa, tapi ada juga yang menghikmati setiap masalah yang dihadapinya.
Sekarang kita masuk dalam kategori yang mana dalam menghadapi masalah?
Semua mungkin setuju jika dikatakan setiap masalah pasti ada hikmah yang tersembunyi dibaliknya, tapi kebanyakan dari kita baru tersadar ketika masalah itu telah berlalu. Atau kebanyakan dari kita memberikan kriteria untuk mereduksi masalah, bila ditimpa nestapa baru ia anggap sebagai masalah, padahal hidupenak dan berkecukupan sebetulnya jugamasalah. Tapi siapa yang mau menolak jika ditawari pilihan masalah ini? Pasti semua mau yang hidup enak dan berkecukupan!
Agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. [Q.S Hud:7]
Dengan demikian, cara kita menghadapi setiap masalah akan menggambarkan bagaimana keimanan kita. Rasulullah memberikan kita dua alternatif untuk menghadapi masalah; syukur dan sabar. Jika masalah yang kita hadapi berupa rezeki dan ketentraman hidup maka bersyukurlah dan bersabarlah jika rezeki tertunda dan hidup berada dalam kerancuan. Dan kedua sikap ini bernilai pahala.
Kita pasti sudah tahu bahwa hidup itu untuk bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Makanya kita dianjurkan untuk berdo’a, “Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat”. Tidak harus kaya untuk bahagia, banyak orang yang punya kekayaan tapi tidak bahagia.
Hidup ini Indah, jangan penah merasa putus asa..
